Indeks Kepuasan masyarakat (IKM) Polres Takalar, Polda Sulsel terhadap Motto Polri melayani, melayani serta melindungi masyarakat, sebab anggota polri dan ibu bhayangkari telah melaporkan tindak pidana pemalsuan sejak 2023/2 tahun lalu masih bergulir seperti bola "lempar sana lempar sini" terbaru Laporan penipuan casis Polri september 2024 lalu. sampai belum ada kejelasan, Kamis (03/04/2025)
Hal itu menimbulkan tanda tanya, anggota Polri melapor butuh waktu diproses sampai tahunan bagaimana dengan masyarakat awam atau masyarkat jelata yang tidak punya/miskin.
Baca Juga: Kabid Propam Polda Sulsel Akan Mengecek Laporan Aipda AM di Mapolres Takalar
Sementara itu, laporan seorang yang santer terdengar dan dikenal sebagai Rentenir di Takalar melaporkan ditindaklanjuti hanya butuh sekitar 6 Bulan padahal itu barang bukti (BB) hanya selember Kuitansi yang dipertanyakan keasliannya karena BB tersebut dan telah dilaporkan pemasuan di Polda Sulsel sejak 2023 lalu.
Meskipun itu, Sejumlah Orang atau masyarakat termasuk oknum anggota polri dan oknum bhayangkari telah melaporkan oknum Rentenir terserbut kepihak berwajib dalam hal ini Kepolisian mulai tingkat Polsek di Takalar Sampai di Polda Sulsel hanya terkesan laporan diproses mirip seperti Drama Korea (Drakor) tapi ada episode terakhirnya akan tetapi ketiga laporan tersebut kesan tidak punya kepastian?.
Seperti dicontonya, Inisial HH (Rentenir-rd) Laporan Dugaan Penipuan Versus Inisial SW (Bhayangkari-rd) Laporan dugaan Pemalsuan dengan barang bukti yang sama yakni 1 Lembar Kuitansi dimapolda Sulsel.
Baca Juga: Buntut Laporan Polisinya Mandek Sejak 2023 di Polda Sulsel, Ibu Bhayangkari Menyurat Kepresiden RI
Kedua laporan tersebut diterima dan diperoses dipolda Sulsel, Inisial HH (Rentenir-rd) Laporan Dugaan Penipuan ditindaklajuti sampai sampai Inisial SW (Bhayangkari-rd) jadi tersangka saat ini ditahan dilapas Takalar sementara Inisial SW (Bhayangkari-rd) Laporan dugaan Pemalsuan justru dilimpahkan sampai tingkat Polsek Galesong.
Dengan berbagai upaya upaya yang dilakukan Inisial SW untuk mendapatkan keadilan sampai mengirim surat kepada Presiden RI, DPR Ri, Kapolri, LPSK, Kompolnas RI, pada tanggal 03 Maret 2025 namun Pada Tanggal 06 Maret 2025 dijemput/ditangkap tim gabungan Polda Sulsel dalam keadaan lemah dan tidak sadar karena penyakit jantung dideritanya selama ini.
Hal menjadi tanya apakah pada hal APH di Polres Takalar dan Polda Sulsel tersebut hanya milik Oknum tersebut, disetiap warga bahkan anggota polri yang melaporkan terkesan dipolres Takalar seperti Drama Korea (Drakor) tapi ada episode terakhirnya, akan tetapi ketika warga melaporkan oknum terkesan tidak ada akhirnya.
Meskipun konsep Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, salam presisi merupakan kepanjangan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan. Bertujuan membuat pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, serta cepat, namun terkesan hanya sebuah ilusi di Polres Takalar, Polda Sulsel.
Kabid Propam Tepis Bukan Rumah Jenderal
"Dirmhnya itu p.jendral dibontonompo ,gowa, Klu tdk salah pak p.herman namanya,,, Krn baru sy tau juga namanya dari penyidik kemarin yg dtgi rmhnya disolo," jelas HR krabat korban casis, Sabtu (22/03/2025).
Berita Terkait: Calo Casis Bintara Polri Pasang Harga Rp 550 Juta!, Panjar Diterima di Rumah Pak Jenderal di Bontonompo Gowa?
Terkait adanya disebut panjar dirumah Jenderal, ditepis Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi bahwa itu tidak benar.
"Sdh di tangani polres. Dan yg ngaku jendral itu tdk bener..Proses itu butuh waktu,...Yg pasti kasus berjalan dan di proses. Sy akan pantau," tegas Kombes Pol Zulham Effendi selasa, (02/04/2025)
Sebelumnya, Kasi Propam Polres Takalar AKP Sri Muhammad Fajar menuturkan penyidik baru kembali dari Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap SAKSI yg berdomisili di Jakarta.
Baca Juga: Ibu Bhayangkari Asal Takalar Ditangkap dan di Tahan Semoga Tidak Berdasarkan Pesanan?
"Anggota penyidik baru kembali dari Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap SAKSI yg berdomisili di Jakarta... Selanjutnya hari ini akan di lakukan Gelar Perkara, Jd kita tunggu hasil gelar perkara nya...," Akp Fajar Senin (24/03/2025).
"Untuk sementara kasus tersebut tetap berjalan proses tahap Penyelidikan kemudian kita akan Gelarkan," Ujar Akp Hatta, namun tidak mengungkapkan waktu gelar perkaranya kapan dilaksanakan. Selasa (02/04/2025)
Baca Juga: Polisi Lapor Polisi Mandek di Mapolres Takalar
Berikut data laporan yang sempat dikutip:
- Laporan Ramli bernomor. LP/B/245/IX/2024/SPKT/POLRESTAKALAR/POLDASULAWESISELATAN *Tanggal 2 September 2024* tentang dugaan tindak pidana penipuan/perbuatan curang berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 372 dan 378.
- Laporan Aiptu Abd Malik: LP/B/164/VI/2023/SPKT/Polres Takalar Polda Sulawesi Selatan *tanggal 26 Mei 2023* tentang dugaan tindak pidana Pemalsuan Documen sebagai mana dimaksud dalam pasal 263 KUHpidana.
- Laporan Sri Wahyuni Nomor: STTLP/B/264/III/2023/SPKT/POLDASULSEL *tanggal 23 Maret 2023* Tentang dugaan Tindak Pidana Pemalsuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 Kuhp.
- Ketiga laporan Tersebut yang Terlapor inisial HL
Pesan Kapolri untuk Seluruh Polisi RI : Yang Tak Sanggup Angkat TanganKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Dia menyampaikan itu dalam video conference kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran seluruh Indonesia, Kamis kemarin (19/8).
"Sekali lagi saya tanya kepada rekan-rekan, yang tidak sanggup angkat tangan," kata Listyo.
"Kalau tidak ada berarti kalian semua, rekan-rekan semua, masih cinta institusi dan saya minta kembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, kepada institusi, sesegera mungkin," sambungnya.
BERSAMBUNG...