Sambar. Id Jakarta - Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Dewan Penasehat Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bambang Soesatyo menuturkan semangat Idul Fitri memiliki makna yang penting dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri dari lebih 300 suku bangsa dan 700 bahasa daerah, dapat menjadikan momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai antar warga. Melalui tradisi silaturahmi, penguatan toleransi, dan kepedulian sosial, momen Idul Fitri mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat diantara masyarakat yang beragam.
"Semangat Idul Fitri merupakan cermin nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang mengedepankan sikap saling memaafkan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Melalui tradisi silaturahmi, berbagi melalui zakat fitrah, serta praktik mudik dan open house, Idul Fitri telah menjadi momentum strategis untuk merajut keutuhan dan harmoni sosial. Dengan semangat ini, perayaan Idul Fitri tidak hanya dirayakan sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa," ujar Bamsoet saat open house Rumah Pergerakan Patiunus untuk GSN di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (4/4/24).
Hadir antara lain Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PKP Maruarar Sirait, Wamen LH Diaz Hendropriyono, Wamen PPM Cristina Haryani, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Rizaldi, Gubernur Lemhanas TB Hasan Syadzilly, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Kepala PFN Refian Fajarsyah, Ketua Gerindra Bali Gede Gajah dan para tokoh politik Partai Golkar, Gerindra, PDIP, PKS, PAN, Demokrat, PKB.
Hadir pula Anggota DPR RI Melly Goeslow, Nurul Arifin, Abraham Sridjaja, Dave Laksono, Robert Kardinal serta Gavriel Novanto. Anggota dari berbagai organisasi, seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI), Tarung Derajat, Perikhsa, Perbakin, FKPPI, Pemuda Pancasila, SOKSI, Hipakad, KADIN Indonesia, HIPMI, HMI, PMKRI, AMPI, KNPI dan berbagai club komunitas Motor Besar Indonesia (MBI), Anak Elang, BMW, HDCI, Volkwagen (VW), Ferrari (FOCI), Brotherhood.
Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, salah satu pilar utama yang tercermin dalam semangat Idul Fitri adalah tradisi silaturahmi. Selama hari raya, masyarakat saling mengunjungi, berbagi makanan, serta saling memaafkan, sehingga tercipta ikatan yang lebih erat antar keluarga dan antar kelompok masyarakat.
Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa sekitar 64,4% responden menganggap Idul Fitri sebagai kesempatan penting untuk mempererat hubungan antar umat beragama dan memperkuat keharmonisan sosial.
"Tradisi mudik serta open house selama Idul Fitri memungkinkan terjadinya pertemuan lintas golongan dan lintas agama. Dimana setiap orang diajak untuk merayakan kemenangan dengan penuh kebersamaan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan persaudaraan, tetapi juga menciptakan ruang dialog dan toleransi antar umat beragama," kata Bamsoet.
Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, semangat Idul Fitri juga tercermin dalam upaya berbagi, terutama melalui zakat fitrah. Dengan memberikan zakat, umat Islam tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pada tahun 2024, pengumpulan zakat fitrah meningkat hingga 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Mencerminkan kesadaran sosial yang semakin tinggi di masyarakat.
"Perayaan Idul Fitri juga merupakan waktu untuk melakukan refleksi. Di tengah banyaknya konflik sosial yang muncul, Idul Fitri mengingatkan akan pentingnya toleransi, pengertian, dan dialog antar kelompok yang berbeda. Melalui perayaan Idul Fitri masyarakat diharapkan mampu menyikapi perbedaan dengan lebih bijaksana," pungkas Bamsoet.