SAMBAR.ID// PASURUAN — Wilayah Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terletak di Utara pesisir pantai dan sebagian besar mata pencaharian penduduk setempat sebagai nelayan, untuk melestarikan tradisi nenek moyangnya.
Setiap tahun atau pada lebaran ketupat ke-7 masyarakat setempat selalu merayakan dengan mengadakan perlombaan balap kapal mesin, tentunya hal ini menyedot wisatawan lokal yang ingin melihat perlombaan tersebut. Sabtu (05/04/2025 )
Namun tahun ini panitia memajukan harinya biasa dilaksanakan pada H+7, tahun ini panitia memajukan jadwal ke H+5 karena adanya banyak kapal bersandar dan arak-arakan kapal lainnya, demi menjaga kelancaran dan keamanan jalannya lomba.
Bagi para pemenang lomba panitia menyediakan hadiah yang cukup fantastis adalah sebagai berikut: Juara 1: Rp 5.000.000, Juara 2: Rp 3.000.000, Juara 3: Rp 2.000.000 dan Juara 4: Rp 500.000.
Dalam acara balap perahu ini juara pertama diraih kapal Cahaya, juara 2 diboyong oleh kapal Rendeng, juara 3 kapal Bhurun alas dan juara 4 kapal Mas Permata. dari pantauan awak media dilokasi acara, panitia penyelenggara terlihat sibuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis demi kelancaran acara.
Mulai dari pengecekan perlombaan, pengaturan lokasi, hingga penyambutan tamu dan peserta lomba, semuanya dilakukan dengan penuh antusiasme dan tampak hadir beberapa anggota TNI Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Toko Pemuda.Ketua panitia penyelenggara, Pak Inggih Makhrus menuturkan, bahwa balap kapal mesin bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga sarana silaturahmi dan bentuk kebanggaan masyarakat pesisir.
“Setiap tahun, kami berusaha membuat acara ini lebih meriah. Antusiasme peserta sangat tinggi tahun ini. Kami berharap lomba ini dapat semakin mengangkat nama Desa Wates,” ujarnya.
Perlombaan yang dilaksanakan di Dusun Pasir Panjang ini diikuti oleh 17 kapal mesin. Para peserta telah mempersiapkan diri dengan matang. Salah satunya, Haris, mengaku telah memodifikasi kapalnya sejak jauh-jauh hari.
"Saya sudah ganti beberapa komponen mesin dan rutin melakukan uji coba. Tahun ini persaingan cukup ketat, tapi saya optimis bisa tampil maksimal,"terangnya
Sementara itu, Kapolsek Lekok, Iptu Mawan Budi SH, mengatakan bahwa lomba ini menjadi ajang pembuktian kemampuan para nelayan dalam mengendalikan kapal di berbagai situasi.“Ini bentuk kreativitas masyarakat nelayan yang diwadahi oleh pemerintah desa dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri dan Lebaran Ketupat. Kami dari kepolisian bersama Polairud dan Koramil telah melakukan koordinasi intens dengan pihak panitia agar acara berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut Iptu Mawan, S.H Budi mengatakan, cuaca yang bersahabat turut mendukung suksesnya perlombaan tahun ini. Para pemenang lomba telah ditentukan dan akan menerima hadiah pada hari Senin mendatang dalam acara penutupan resmi.
Balap kapal mesin Desa Wates tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kekompakan dan pelestarian budaya maritim yang terus dijaga oleh masyarakat pesisir.
"Warga dan pengunjung diundang untuk menyaksikan momen spektakuler yang hanya digelar sekali dalam setahun ini,"tambahnya. (ilmia)