Sambar.Id Pangandaran, 24 Maret 2025 – Malam Ramadhan di Majlis Zikir Al Jabbar Al Insani, Rumah Solusi Himathera Indonesia ( Majlis AJI) Kertajaya menjadi saksi kebersamaan luar biasa saat ratusan jamaah berkumpul dalam Tarawih Keliling & Majlis Zikir: Merajut Ukhuwah, Menguatkan Persatuan, Membangun Bangsa. 153 Sahabat Jiwa, jajaran pamong desa, alim ulama, serta tokoh masyarakat dari berbagai kalangan turut serta dalam momentum spiritual yang penuh makna ini.
Persatuan dalam Keberagaman: Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat Bersatu
Acara yang dipandu oleh KH. Aday Hidayat diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Sekretaris Desa Kertajaya dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan persatuan dan momentum bagi masyarakat untuk memperkuat sinergi membangun desa.
"Persatuan adalah kekuatan kita. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, menjadi sarana silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah," ucapnya.
Babinsa Desa Kertajaya yang turut hadir memberikan motivasi, mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan sosial dan kebangsaan. Ketua BPD Desa Kertajaya menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial adalah kunci keharmonisan desa.
Majlis Zikir & Tausiyah: Menghidupkan Hati, Menyatukan Jiwa
Suasana semakin khusyuk saat Ustadz Jaka Ria, Aj Solihin, dan Ketua MUI Desa Kertajaya, Ustadz Syarif Hidayat menyampaikan tausiyahnya. Dalam ceramahnya, mereka mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian sosial.
"Bulan suci ini adalah kesempatan untuk merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang mungkin sempat renggang. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun masyarakat yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang," ujar Ustadz Syarif Hidayat.
Dzikir dipimpin oleh para ulama dari berbagai dusun, dilanjutkan dengan doa bersama yang penuh penghayatan. Shalat tarawih dipimpin oleh Imam Ustadz Saehudin, membimbing jamaah dalam ibadah yang penuh kekhusyukan.
Sahabat Jiwa: Dari Keterpurukan Menuju Cahaya Harapan
Sesi paling mengharukan adalah testimoni dari 153 Sahabat Jiwa, yang membagikan kisah perjalanan hidup mereka. Dari keterpurukan hingga bangkit kembali, mereka merasakan kehangatan dan kasih sayang di bawah naungan Rumah Solusi Himathera Indonesia.
Dede Adriansyah, S.IP, CHt, MM, sebagai penggagas acara ini, dalam motivasinya menyampaikan pesan mendalam tentang kekuatan kebersamaan.
"Saya bangga dan bahagia bisa berkumpul dalam bingkai keumatan ini. Sahabat Jiwa bukan hanya mereka yang sedang mencari jalan pulang, tapi juga bagian dari kita semua. Mari kita jaga persaudaraan ini, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang kehidupan," ujarnya penuh semangat.
Dari GRIB Kab. Pangandaran, disampaikan pesan tentang pentingnya semangat kebangsaan dan gotong royong, agar nilai-nilai kepedulian ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kebersamaan yang Akan Terus Berlanjut
Acara ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga simbol persatuan yang akan terus berlanjut. Turut hadir ulama dan ustadz dari 7 RT, dua DKM yang baru mekar (Al-Hidayah dan Al-Mubarok), serta jajaran pamong Desa Kertajaya.
Sebagai puncak kebersamaan, acara diakhiri dengan foto bersama, diikuti dengan yel-yel persatuan yang menggema dari seluruh peserta, mencerminkan semangat kebersamaan yang terus menyala.
Sebagai penutup yang semakin mempererat ikatan, jamaah bersama-sama menikmati makan malam dalam suasana penuh persaudaraan. Hidangan sederhana yang disajikan menjadi simbol kebersamaan yang tulus, mengingatkan bahwa dalam kebersamaan, kita menemukan keberkahan.
"Ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang. Silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan harus terus dijaga, bukan hanya di bulan suci ini, tetapi sepanjang kehidupan," tutup Kang Dede Adriansyah dengan penuh harapan.