Potensi Bencana longsor di Kecamatan Sinjai Borong

Sambar.id, Sinjai, Sulsel - Sinjai Borong merupakan daerah yang memiliki sejuta pesona, mulai dari gunung, lembah, sungai yang jernih, air terjun serta iklim yang dingin, ada air terjun kembar Barambang yang dingin dan airnya segar, hutan konservasi Abdul Latif (Tahura Abdul Latif).


Kesemua ini merupakan pesona alamiah yang mengharuskan kita untuk datang mengunjungi Sinjai Borong.


Namun keindahan ini sering dibayang banyangi dengan kejadian longsor di beberapa titik di Sinjai Borong, seperti yang terjadi dalam bulan in, akses jalan yang menghubungkan antara Sinjai Borong dan Sinjai Barat terputus di wilayah Desa Bontokatute dan beberapa titik lainnya.


Secara geografis Sinjai borong memang memiliki potensi longsor yang cukup ting, sedang dan rendah. Berdasarkan eksplorasi yang yang telah dilaksanakan oleh penulis, menghadirkan beberapa titik sampel yang merupakan kajian dalam mendeteksi tingkat potensi longsor di Kecamatan Sinjai Borong. Adapun sebarannya adalah sebagai berikut:


Kawasan Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051822,8 E: 1200511,7


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 80o dengan ketinggian ± 50m vegetasi kawasan tersebut adalah kawasan lindung tetapi di alihfungsikan menjadi kawasan perkebunan dengan jenis tanaman semak belukar dan beberapa tahun lalu telah terjadi longsor dan untuk saat ini masi berpotensi terjadinya longsor kategori cura hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 % dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051758,8 E: 1200556,8.

Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 40o dengan ketinggian ±60 m Vegetasi kawasan tersebut merupakan kawasan lindung tetapi telah alih fungsikan menjadi kawasan perkebunan dengan jenis tanaman bulanan sehinga berpotensi terjadinya longsor, kategori cura hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000 mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dengan tutupan lahan Area Penggunaan lain, Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tanah Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat E: 051857,3 E: 1200117,3


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 50o dengan ketinggian ±70m vegetasi kawasan tersebut merupakan kawasan perkebunan rakyat sehinga berpotensi terjadinya longsor, kategori cura hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000 mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dengan tutupan lahan Area Penggunaan Lain, Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tana Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051858,3 E: 1200117,3


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 80o dengan ketinggian ±200 vegetasi kawasan tersebut merupakan kawasan lindung tetapi di alih fungsikan menjadi bumi perkemahan sehinga berpotensi terjadinya longsor, kategori cura hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000 mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dengan tutupan lahan Area Penggunaan Lain, Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tanah Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051856,5 E: 1200102,4


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 40o dengan ketinggian ±60m vegetasi kawasan tersebut merupakan kawasan lindung tetapi di alih fungsikan menjadi kawasan perkebunan sehinga menjadi hutan gundul dan sangat berpotensi terjadinya longsor, kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000 mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dengan tutupan lahan Area Penggunaan Lain, Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tanah Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051907,8 E: 1200042,3


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 80o dengan ketinggian ±200 m kawasan tersebut merupakan kawasan lindung dengan kondisi vegetasi semak belukar sehinga sangat berpotensi terjadinya longsor, kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dan tutupan lahan Area Penggunaan Lain, Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tana Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Barambang Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051805,0 E: 1200123,1


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 50o dengan ketinggian ±300m dengan kondisi vegetasi telah yang telah dialih fungsikan menjadi kawasan perkebunan dengan jenis tanaman yaitu tanaman cengkeh tetapi ada langka penaganannya berupa terasering tetapi berpotensi terjadinya longsor kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 2500-3000 mm dan 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, > 40 % dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering dengan jenis tanah Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Basalt; andesit dengan kategori bahaya longsor tinggi.

Kawasan Desa Bonto katute Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051617,5 E: 1200334,7


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 80o dengan ketinggian ±100 m vegetasi berupa tanaman perkebunan sehinga berpotensi terjadinya longsor kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Kering, dengan jenis tanah Basalt; andesit, Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Andesit; basalt kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051613,9 E: 1200313,5


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 80o dengan ketinggian ±700 m dengan fegetasikawasan hutan primerdengan jenis tanaman campuran tetapi berpotensi terjadinya longsor, kategori cura hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Kering, dengan jenis tana Basalt; andesit, Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Andesit; basalt kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Bontokatute Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051623,3 E: 1200239,3


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 90o dengan ketinggian ±1km dengan kondisi vegetasi kawasan tersebut merupakan merupakan kawasan hutan dan kawasan perkebunan sehinga berpotensi terjadinya longsor, kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Kering, dengan jenis tanah Basalt; andesit, Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Andesit; basalt kategori bahaya longsor tinggi. Kawasan Desa Bontokatute Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051548,2 E: 1200249,3


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 70o dengan ketinggian ±300m vegetasi kawasan tersebut merupakan hutan lindung dan juga tanaman cengkeh sehinga sangat berpotensi terjadinya longsor, kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500 mm dengan kemiringan 15 - 40 %, dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Kering, dengan jenis tana Basalt; andesit, Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Andesit; basalt kategori bahaya longsor tinggi.


Kawasan Desa Bontokatute Kecamatan Sinjai Borong pada titik koordinat S: 051618,5 E: 1200157,2


Topografi kawasan tersebut memiliki kemiringan 90o dengan ketinggian ±700 m dengan fegetasisemak belukar pohon aren dan tanaman kakau kawasan tersebut termasuk hutan lindung Bolanggiri sehingga berpotensi terjadinya longsor, kategori curah hujan Desa tersebut mencapai 3000-3500mm dengan kemiringan 15 - 40 %, dan tutupan lahan Hutan Lindung, Pertanian Lahan Kering, dengan jenis tanah Basalt; andesit, Andesit; basalt; tephra berbutir halus; tephra berbutir kas, Andesit; basalt dengan kategori bahaya longsor tinggi. 


Berdasarkan pemantauan penulis, salah satu penyebab tingginya potensi kebencanaan longsor di wilayah Kecamatan Sinjai Borong adalah karena nilai fungsi Lindung DAS yang menurun. Salah satu penyebab turunnya nilai fungsi lindung DAS adalah dampak dari alih fungsi lahan, yang awalnya merupakan hutan menjadi lahan kegiatan manusia seperti perkebunan, hortikultura. Ini terjadi dalam periode yang sudah lama karena mengikuti siklus iklim yang priodenya panjang. Ketika fungsi lindung DAS di hulu menurun maka ketika terjadi hujan yang terjadi adalah run off atau aliran permukaan yang akan membawa materi berupa tanah yang tidak memiliki vegetasi. Air akan mengalir jauh sehungga tidak terjadi infiltrasi dan perkolasi sehinga akan bermuara ke sungai yang mengakibatkan aliran run off akan membawa materi materi yang memacu terjadinya longsor. 


Langkah-langkah antisipasi yang bisa laksanakan:


Konservasi lahan dengan metode vegetatif, yaitu konservasi dengan memanfaatkan tanaman hidup atau penanaman kembali ke wilayah-wilayah yang gundul (reboisasi). Tanaman penutup tanah, Pergiliran tanaman, Agroforestry, Sistem manajemen tanah dan pengendalian erosi, Pengendalian erosi dengan cara budidaya


Konservasi lahan dengan metode mekanis, yaitu dengan melaksanakan terasering wilayah, pertanaman mengikuti kontur


Konservasi lahan dengan metode kimiawi yaitu penggunaan pupuk kompos dan sistem pertanian berkelanjutan.


Penulis: Muhlis Salfat, S.TP.,MP. Peneliti Bencana

Lebih baru Lebih lama