Sambar.id, Sinjai, Sulsel - Akses jalan di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, membuat anak sekolah main lumpur atau bergutan lumpur apalagi disaat musim hujan. Selasa, (26/03/2024)
Jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh aspal, rabat beton atau hotmix. Kondisi ini membuat warga setempat menghambat akses menuju pasar dan akses lainnya seperti anak sekolah sangat sulit untuk dilaluinya terutama saat musim hujan seperti saat sekarang ini.
Desa Terasa ada delapan (8) dusun beberapa diantaranya masih jalan tanah sehingga saat musim hujan warga setempat dan anak sekolah harus jalan kaki di jalan berlumpur setiap harinya saat menuju sekolah dan aktivitas warga lainnya.
Baca Juga: Dibalik Ketenaran Bupati Sinjai Membangun Hingga Jalan Mulus Terasa Diakhir Jabatan
Diantaranya Dusun Tonrong, Dusun Laha-Laha dan Dusun Cenre sementara Dusun Kasimpuran, Dusun Pattiro, Dusun Rumbia dan Dusun Bonto Sunggu sudah perkerasan atau jalan bebatuan namun masih sulit dilalui oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat
Sementara Dusun Kalelembag sudah dirabat beton atau hotmix sekitar 5 tahun lalu
Jalan ini semuanya berstatus milik Pemerintah Kabupaten Sinjai ada sekitar 20 km. Namun saat ini dalam kondisi memperihatinkan.
"Kami hanya mampu mengadu nasib kepada pejabat Bupati Sekarang semoga ada perbaikan jalan di daerah kami " Syamsul.
Warga setempat hanya mampu mengadu nasib serta menggantungka harapan kepada Pejabat Bubati sekarang (Tr Fashul Falah) semoga ada perhatian dan ada perbaikan di daerahnya.
Baca Juga: Bak Dimakan Rayap, Proyek 25 Milyar, Kadis PUPR Sinjai Bungkam
"Syamsul Berharap kedepan jalanannya tidak menjadi korban politik lagi seperti yang terjadi 5 tahun lalu yang hanya persoalan peroleh suara tidak mencapai target sehingga jalan kami tak pernah dilirik oleh mantan Bupati dan Wakil Bupati lalu atau sapaan akrabnya SEHATI.
Kondisi Jalan sepanjang 20 KM yang rusak parah ini dibernarkan oleh Kepala Desa Terasa, Nasse, saat dikonfirmasi. Selasa, (26/03/2024).
“Belum pernah diaspal, baru sudah pelebaran dan untuk tahun ini alhamdulillah sudah diukur dari pertanian untuk di rapatkan. Mudah-mudahan terealisasi dan saat ini sementara pekerjaan dekkar dan talud dari dana desa"harapnya.