Ratusan Hektar Tanaman Padi Gagal Panen, Petani Desa Rancadaka Merugi



Sambar.id, Subang Jabar - Ratusan hektar tanaman padi di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang dipastikan gagal panen akibat terserang hama sundep, serta gagal tanam dampak musim kemarau yang beberapa bulan ini melanda wilayah Pusakanagara.


"Kondisi tanaman padi kami habis terserang hama sundep selain terserang hama sundep kondisi tanaman padi kami juga kekeringan akibat kurangnya pasokan air," ungkap Iman Rohiman, Ketua Kelompok Tani Desa Rancadaka,  kepada Sambar.id, Kamis (15/06/2023).

Menurut Iman, selama musim tanam 200 hektar tanaman padi milik puluhan petani ini habis terserang hama sundep ditambah kurangnya pasokan air dari SS Pamanukan karena kondisi debet air dari SS Pamanukan semakin menyusut.



"Kondisi tanaman padi yang rata-rata baru berusia 30 hari sampai 60 hari ini tidak bisa lagi dipanen, harapan kami ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Subang untuk membantu biaya bibit, pupuk, bajak dan pengurangan pajak, karena untuk biaya penanaman padi pada musim depan kami tidak punya modal lagi karena gagal panen," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Rancadaka H. M. Sueb menyebutkan, sejumlah petani Rancadaka merugi akibat tanaman padi mereka puso atau gagal panen.

"Kerugian petani yang mengalami puso mencapai ratusan juta rupiah, dengan asumsi satu hektar produksi rata rata 6 ton, dan harga satu ton rata rata 7 juta," kata Kepala Desa.

Menurutnya berdasarkan data yang diterima areal pesawahan yang mengalami puso terdapat di Blok Kepuh, Asem, kelapa 1, Ciragem, Inton, Grogol, Kopak kaler dan Kopak tengah, sedangkan jumlah keseluruhanya mencapai 200 hektar," pungkas Kades. (*)
Lebih baru Lebih lama