Jelang HUT ke-9, Pemda Mubar Buka Sayembara Penciptaan Mars dan Himne

Pj. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP., MSi.

Sambar.id, Muna Barat, Sultra - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), membuka sayembara berupa lomba untuk menciptakan lagu mars dan himne.

Pada kegiatan tersebut, lagu mars dan himne kategori terbaik rencananya akan dinyanyikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat ke-9.

Kabupaten Mubar merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Muna pada 26 Juli 2014 lalu.

Pj. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP., M.Si, mengatakan, sesuai Peraturan pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2007 tentang daerah bahwa lambang daerah meliputi logo, bendera, bendera jabatan kepala daerah dan himne.

"Lambang daerah merupakan kedudukan sebagai identitas daerah, yang berfungsi sebagai pengingat kesatuan sosial budaya masyarakat daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Himne berbentuk puisi atau syair yang mengajak masyarakat untuk membangun daerah, melestarikan budaya, menjaga persatuan dan kesatuan, serta kerukunan nasional," ungkapnya pada Senin (29/5/2023) kemarin.

Dr. Bahri menjelaskan bahwa syair himne, tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, mempertentangkan suku, agama, ras, antar golongan. 

Himne yang diharapkan juga tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan puisi, syair, himne organisasi terlarang atau separatis.

"Himne dapat menggunakan bahasa daerah atau Indonesia. Bahasa daerah harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disertai dalam Perda tentang himne daerah. Himne daerah nanti diperdengarkan setelah lagu Indonesia raya, pada upacara hari-hari kebesaran, kenegaraan di daerah. Pemda targetkan launching di posisi Ultah Muna Barat ke-9, tanggal 26 Juli 2023," ungkap Dr. Bahri.
Kabag Hukum Pemda Mubar, Yuliana Are.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemda Mubar Yuliana Are mengatakan, peserta yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba cipta lagu sejak dibukanya pendaftaran berjumlah 10 orang.

"Peserta yang resmi menyelesaikan persyaratan lomba hanya berjumlah 5 orang yang berasal dari Provinsi Sultra, dari Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Muna," kata Yuliana.

Ia juga menuturkan, Pemda Mubar membuka sayembara cipta lagu mars dan himne secara terbuka, melalui media, Spanduk, dan lain-lain.

Disampaikan pula, Juri yang akan menilai ada yang dari praktisi vokal, praktisi musik, sastrawan, budayawan, dan juga Pemerintah Daerah, dengan harapan menghasilkan cipta lagu mars dan himne untuk mewujudkan WITE BARAKATI.

"Untuk penciptaan lagu mars dan himne tidak diperbolehkan mengandung SARA, agar mempertimbangkan filosofi adat istiadat, sosial, dan budaya Muna Barat," tuturnya.

Reporter : Laode Abubakar


Lebih baru Lebih lama