Ketua BEM FISIP Unismuh Makassar Pertanyakan Dana Peserta KKP

Ketua Bem FISIP Unismuh Zul Jalali Wal Ikram

Sambar.Id, Sulsel - Kuliah Kerja Profesi yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana KKP angkatan XXV FISIP Unismuh Makassar.


Hingga saat ini belum ada transparansi terkait dengan dana yang telah dibayar oleh mahasiswa.


Menurut Ketua Bem FISIP Unismuh Zul Jalali Wal Ikram, persoalan terkait dana yang dibayar oleh mahasiswa perlu kejelasan dan transparansi.


"Ini adalah persoalan serius yang mesti direspon oleh pimpinan terkait kendala dan keluhan dari semua mahasiswa demi kelancaran KKP di lapangan. Melihat, lokasi pelaksaan KKP juga terbilang jauh dari kampus", katanya.


Zul juga menyayangkan jika dana tidak ada yang sampai ketangan peserta yang tersebar pada Sembilan Kecamatan di Kabupaten Pan gkajene.


"Naasnya, tak ada seperserpun dana yang diberikan oleh pimpinan untuk para peserta yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Pangkajene dan kepulauan. Terlebih waktu pengabdian dilokasi terbilang cukup lama, 2 bulan", lanjut Zul Jalali Wal Ikram.


Dia juga menjelaskan, yang patut dipertanyakan adalah dana yang dibayar oleh peserta sebanyak Rp. 900.000 tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat oleh para peserta.


Pimpinan dan panitia seolah memberikan jawaban dengan mencari aman dengan cara saling melempar dan tidak ada sedikitpun transparansi dana yang diberikan.


"Disisi lain, kami menemukan miss komunikasi antara panitia pelaksana dan pemerintah kabupaten yang berdampak pada pengunduran pemberangkatan dan pelayanan dari pemerintah setempat yang cenderung tidak bersedia menerima kedatangan para mahasiswa", ungkap Zul.


Lebih tegas, Tentu yang kita inginkan bersama adalah bagaimana kegiatan kkp ini bisa berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan harapan dari semua peserta, kata Zul Jalali Wal Ikram. 


Salain itu, Zul tak ingin ada asunsi liar yang dapat merusak citra dan nama baik Unimuh.


"Kita tidak menginginkan banyaknya asumsi liar yang berimpikasi pada buruknya citra kampus Unismuh Makassar itu sendiri", tutup ketua Bem FISIP Unismuh. (*)

Lebih baru Lebih lama