Acara tersebut dibuka langsung Gubernur Sulawesi Selatan, yang diwakili, H.Suherman, staf ahli Gubernur Bidang Kesra dan Keagamaan. Dalam sambutannya, Gubernur berharap kerja mulia Tajdidul Iman dalaam mengurus jenazah, harus didukung dan dibantu,
“Ini kegiatan mulia yang tentu saja diillandasi dengan keihlasan. Sehingga pada prinsipnnya pemerintah siap membantu lembaga ini Dallam berperann aktif ditengahh – tengah masyarakat,” ujar H.Suherman yang juga mantan kepala Biro Kesra Provinsi Sulawesi selatan.
Sementara itu Dewan Pembina Tajdidul Iman, KH. Sudirman saat membawakan kata sambutan, tidak henti hentinya memberi support tim pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) tersebut,
“Saya selalu tekankan kepada semua tim pengurusan Jenazah, bahwa pekerjaan ini membutuhkan keihlasan, makanya 24 Jam kcordinator PJTI selalu siap melayani warga yang berduka dengan ikhlas tanpa mengharap iimbalan apa-apa, meski tengah malam kami dihubungi, maka kami akan mengunjungii warga yang berduka” terang Kiai yang juga aktif di Muhammadiyah Sulsel ini.
Beberapa tamu undangan yang hadir, selain Gubernur, juga dihadiri walikota Makassar, yang diwakili kabag Kesra, Bupati Takalar, yang diwakili Camat Galesong Utara, juga salah satu anggota DPRD Makassar,, Anwar Faruq.
Sedang dari Tajdidul Iman dihadiri unsur pimpinan dan ketua Yayasan Tajdidul Iman Ustad Ahmad Bududdin.
Acara tersebut berakhir dengan pembacaan doa, oleh Kemenag Kab Takalar dan Penyerahan Penghargaan PJTI kepada pengurus Jenazah Pria dan Wanita dari Gubernur Sulawesi Selatan.
Ketua paniitia PJTI, ustad Awaluddin mengatakan, PJTI ini terbentuk pada 05 Rabiul Awal 1442 H, atau 20 Nopember 2020.M, “Hinga saat ini kami telah melayani pengurusan jenazah musllim (Akhwat dan Ikhwah) sesuai sunnah lebih 500 jenazah dengan gratis, berikut kain kafannya dan ambulance, dalam wilayah kota Makassar, Maros, Takalar dan Gowa “ tandasnya
.(Agus/FS Dg Ngalle)