Sambar.id, Jakarta - VOC mengkolonialisasi Indonesia diawali dengan perdagangan lalu membawa militer sebagai backup pengamanan.
East India penjajahan Inggris ke India misi awalnya juga perdagangan kemudian di ikuti militer occupation (Penaklukan secara militer), jadi tidak mungkin membangun ekonomi tanpa dibackup pertahanan dan keamanan, ucap Fahd El Fouz A Rafiq Di Jakarta pada Senin, (03/10/2022).
Ketua Umum DPP Bapera mengatakan, "Pasca Perang Dunia II negara seperti Iraq, Libia, Korea Utara, Iran, membangun pertahanan militer sangat kuat sehingga sulit negara ini ditaklukan oleh Amerika, yang Jadi pertanyaan mengapa mereka ditaklukan ? kita akan bahas di kemudian hari. Iraq, Libia faktanya Rata dengan tanah sekarang dan Iran sedang di target, ucapnya.
"Qatar belum lama ini main mata dengan Rusia langsung digebrak Amerika dan terpaksa beli jet fighternya senilai 100 billion dollar. Turki juga ditampar Amerika dengan kudeta, untung dibocorin Vladimir Putin dan selamat dari Kudeta. Rusia saat ini menjadi pelindung Turki".
Syria beberapa saat lalu di hujani 100 peluru kendali Exocet dari kapal induk Amerika tapi hanya beberapa persen saja yang masuk sisanya diblok dengan Umbrella roket Rusia. Semua di Counter bloknya di udara. Terlihat Rusia sangat kuat ternyata pertahanan militernya.
Amerika menyerang Syria saat itu hanya bertahan 1 hari kemudian mundur lagi, Amerika kalah di Syria, Rusia menjadi pemenangnya. Disisi dunia lain China menekan Nepal, China perang dengan India di Kashmir, China menekan Myanmar, semua dengan militer karena mereka semua adalah home soilnya China dengan Taiwan dan semua negara yang nempel perbatasan dengan Tiongkok, Xi jinping akan menekan mereka.
Karena bagi cina penting menjaga Border darat tersebut, secara kalkulasi untuk urusan millitary Domination Amerika masih no 1 di dunia, Amerika anggarannya adalah 1000 billion dollar per tahun, sementara kalau dibandingkan Indonesia hanya 109 Triliun Dollar atau tidak sampai 1% nya anggaran militer Amerika.
Mantan Ketum PP AMPG ini menambahkan, Militeri Industri di negeri Paman Sam adalah penyumbang 25% devisa negara Amerika, jadi perang itu penting bagi Amerika karena menghasilkan devisa negara. Yang kedua adalah Trade Domination disini tanpa diragukan lagi Tiongkok adalah pemenangnya. Selama 70 tahun Amerika adalah pemenang atau pengendali trade domination dunia, tapi sejak 10 tahun terakhir Amerika sudah di susul China, maka China sekarang sudah menguasai perdagangan dunia.
Produsen barang sudah buatan Cina semua, hampir 70% consumer goods adalah buatan China. Hanya food yang china belum bisa mengalahkan Amerika karena negara cina sendiri masih terlalu banyak mouth feednya (Mulut yang harus dikasih makan) coba bayangkan Amerika saja kalah dalam trade domination dengan China apalagi Indonesia.
Jika boleh bertanya, kementrian perdagangan punya trade policy ngak? Punya trade strategi diplomasi ngak? Kalau ngak paham ya Indonesia tetap jadi raja Impor, ini realita hari ini negara kita dan kita harus bantu meyelesaikannya, ucap Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.
ASW