Sambar.id, Nduga, Papua - Sejumlah warga sipil, dilaporkan meninggal setelah kelompok bersenjata di Papua menembaki warga sipil di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua. Sabtu (16/07/2022)
"Benar ada penembakan (oleh) KKB di Nduga sekitar pukul 09.45 WIT, namun belum dipastikan jumlahnya karena masih menunggu laporan lengkap," kata Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri di Jayapura, Papua, Sabtu.
Baca Juga:
Kelompok bersenjata Papua kerap menembaki warga sipil, di antaranya yang menimpa dua tukang ojek, di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 10.00 WIT, Selasa (12/04/2022).
Kemudian Muhammad Zaenal, warga Makassar, yang ditembak kelompok bersenjata papua di Aula Kantor DPRD Deiyai, Papua, saat dia tengah bermain bulutangkis bersama rekannya sekitar pukul 21.34 WIT.
Selain itu anggota Peleton III Kompi Senapan A Batalion PR431/SSP, Prajurit Satu Anumerta Beryl Kholif Al Rohman, yang gugur pada dalam insiden penyerangan oleh KKP di Pegunungan Bintan, Papua
Baca Juga:
Berikut identitas korban penyerangan KSTP Ndugama di area Kp. Nanggolait yang telah berada di Puskesmas Kenyam, sebagai berikut :
- Yulius Watu, Laki-laki, usia 23 tahun, Swasta, suku NTT.
- Hubertus Goti, Laki- laki, usia 23 tahun, Swasta, suku NTT.
- Daeng Maramhli, Laki-Laki, usia 42 tahun, Swasta, suku Selayar
- Taufah Amir, Laki-laki, usia 42 tahun, Swasta, suku Selayar.
- Johan, Laki-laki, usia 26 tahun, Swasta, suku NTT, Kab. Manggarai.
- Alex, Laki-laki, usia 45 tahun, Swasta, suku Kei Ambon
- OAP (belum terindentifikasi)
Luka berat :
- Hasjen, Laki-laki, usia 41 tahun, Swasta, Sulawesi Selatan.
- Yuda Gurusinga, Laki-laki, usia 42 tahun, Swasta, suku Selayar.
Luka ringan :
Sudarmintao, Laki-laki, usia -, Swasta, suku Selayar (Terkena rekolset peluru lengan bagian kiri, kondisi sadar) (Ar)